Okt
6
Perhitungan LIstrik Golongan Tarif Industri Menengah I3
Oktober 6, 2010 | Tagged TDL 2010, Simulasi, TDL, Tarif Industri PLN |
Saya pernah membuat tulisan tentang perhitungan listrik untuk Golongan Tarif Rumah Tangga TDL 2010 sebenarnya itu hasil dari saya mengikuti Sosialisasi Temu Pelanggan yang diasakan Oleh PLN dan saya catat semua dari awal sampai akhir. Kemudian saya Update dengan informasi tentang kebijakan perhitungan Listrik bulan Oktober yang ditagihkan November 2010, yang saya peroleh di sebuah Mall di jakarta update ini juga belum pasti karena saya mendengar obrolan dari sebuah rumah makan.
Ternyata dari hasil Monitoring pengunjung banyak juga lho yang datang dengan diantar oleh Mr. Google sesuai dengan Keword yang saya targetkan. dan ternyata banyak juga yang penasaran meminta untuk di buatkan simulasi Perhitungan Listrik Untuk Golongan Tarif Industri.
Pada posting hari ini saya bermaksud untuk berbagi apa yang saya tau tentang perhitungan listrik dari hasil Temu pelanggan tersebut khusus pada perhitungan listrik Tarif Industri Menengah I3.
Sebelumnya maap ya bapak bapak PLN saya bukan sok tau tapi ilmu ini saya dapat dari teman bapak bapak sekalin yang mungkin tidak satu kantor atau satu cabang dengan bapak sekalian dalam acara Temu Pelanggan.
Mukadimahnya Kepanjangan Ya? Tapi Dijamin Tidak Rugi Membaca Tulisan Ini
Lansung saja mengenai Golongan Tarif Industri Reguler. Setau saya pelanggan PLN golongan tarif Industri di bedakan Menjadi 4 yaitu I1, I2, I3 dan I4 masing masing dibatasi dengan daya yang di daftarkan.
- I1 daya 450 VA s/d 13900 VA
- I2 daya 13901 VA s/d 197 KVA
- I3 daya 197001 s/d 13,32 MVA
- I4 bisa samapai Tak terhingga mungkin jika pasokan Energinya cukup mungkin
pada contoh perhitungan ini saya coba buatkan untuk Golongan Tarif Industri Menengah I3 sesuai dengan permintaan yang komentar pada tulisan saya tentang Tarif Rumah Tangga yaitu Iwan Kurniawan dan SUPRIADI.
Apa Saja Yang Harus Di Persiapkan dalam Menghitung Tarif Industri Menengah I3 ini ?
pertama ada lah Data Induk Langganan anda
- Tarif : disini saya berbicara Tarif I3
- Daya : daya terpasang anda berapa?
- Faktor Kali Meter : Faktor Pengali meter berdasarkan setting CT Trafo anda
- Faktor Rugi Trafo : Faktor Rugi trafo biasanya bagian tehnik PLN yang menentukan. Letak Meteran yang dipasang terhadap Trafo
Tapi semua ini bisa didapat di Data Pelanggan anda.
Saya bikin soal yang akan saya jawab sendiri ya….
Diketahui :
Tarif I3 dengan daya terpasang 1385000VA berarti 1385 KVA.
Faktor Meter : 2000
Faktor Rugi Trafo : 5 ( ini berarti ada penambahan perkalian 5 % jadi faktor kalinya 1.05 ) Faktor Rugi trafo setau saya ada 3 yaitu 1 atau 100% ,2 atau 102 % dan 5 atau 105 %.
Stan LWBP Awal : 2195
Stan LWBP Akhir : 2390
Stan WBP Awal :390
Stan WBP AKhir :441
Stan KVarh Awal : 1250
Stan Kvarh AKhir : 1369
Berapa Tagihan Listrik Sesuai TDL 2010 , TDL 2004 ? dan berapa tagihan yang harus dibayar?
Jawab :
Dalam Tarif Industri Menengah I3 ada tiga macam jenis tagihan PLN nya
LWBP, WBP dan KVarh. Mari Hitung satu persatu:
LWBP Pakai
Rumus = ( stan akhir - stan awal ) * Faktor Meter * Faktor Rugi Trafo
( 2390 - 2195 ) * 2000 * 1.05 = 409.500
WBP Pakai
Rumus = ( stan akhir - stan awal ) * Faktor Meter * Faktor Rugi Trafo
( 441 - 390) * 2000 * 1.05 = 107.100
KVARH Pakai
Rumus = ( stan akhir - stan awal ) * Faktor Meter * Faktor Rugi Trafo
( 1369- 1250) * 2000 * 1.05 = 249.900
Setelah dihitung Pemakaiannya sekarang kita hitung KWH nya untuk memastikan pemakaian nada normal atau tidak.
KWH / Kilo Watt Hour pakai adalah penjumlahan LWBP Pakai dan WBP Pakai
yaitu : 409.500 + 107.100 = 516.600
setelah terhitung KWH nya kita bisa mendapatkan Jamnyala
Rumus Jam Nyala = KWH / (daya dalam satuan KVA)
yaitu 516.600/ 1385 = 373 jam.
Ini berarti pemakain setara dengan pemakaian selama 373 jam dalam sebulan. Pemakaian maksimal secara Normal tidak akan melebihi 720 jam, logikanya jika melebihi berarti pemakaian secara hitungan matematis tidak Normal . Anda harus melakukan pengecekan ulang atas angka stan anda. Jika angka sudah benar tetapi pemakaian ternyata diatas 720 jam ada 2 kemungkinan :
- Daya yang terpasang melebihi dari daya yang tercatat pada Data Pelanggan anda akibat dari kesalahan pembatas daya.
- Ada kesengajaan dari pihak pelanggan untuk menggantikan pembatas daya supaya bisa meningkatkan daya secara Ilegal. Hayo ini pencurian
dalam TDL 2010 setau saya ada pembatasan memakaian minimum 40 jam nyala. Ini berarti jika pemakaian jamnyala kurang dari 40 jam maka di hitung sebagai pemakaian 40 jam. Sebagai ganti Biaya Beban atau abodemen yang diberlakukan pada TDL 2004 dan biaya beban atau abodemen pada TDL 2010 sudah ditiadakan. yanga ada yaitu tadi Rekening Minimum 40 jam nyala.
Satat Saat yang Mendebarkan Telah Tiba. Masuk Kedalam Perhitungan Rupiah Pemakaian Listik Anda !!! Hohohohoho
Rupiah LWBP
Rumus : LWBP Pakai * Tarif LWBP
409.500 * Rp. 680 = Rp. 278. 460.000 ,-
Rupiah WBP
Rumus : LWBP Pakai * Tarif LWBP
107.100* Rp. 1.020 = Rp. 109.242.000
Rupiah KVarh
Rupiah KVarh ini dihitung jika Pemakaian KVarh melebihi 62 % KWH, selebihnya dari 62 % baru dihitung sebagai pemakaian daya semu.
Rumus :
Jika KVarh Pakai <=62 % dari KWH maka Rp. KVarh = Nol rupiah
Jika Kvarh Paka >62 % maka Rp KVarh = KVarh Pakai - (KWH * 62% )
mari Kita hitung :
62% *KWH = 62% * 516.600 = 320.292
KVarh Pakai : 249.900 jadi lebih kecil dari 62% *KWH maka
0 * Rp KVarh = 0 * 735 = Rp. 0 ,-
Sekarang Saatnya kita masukkan Ke dalam Rupiah Komponen Tagihan
- Rp Minimum = Hanya Jika Jamnyala kurang dari 40 jam.
- Rp LWBP = Rp. 278. 460.000 ,-
- Rp WBP= Rp. 109.242.000
- RP Kvarh = Rp. 0 ,-
- RP PTL = Penjumlahan nomor 1 s/d 4 = RP. 387.702.000
EEiiiittt Ini belum ber akhir, Simak selanjutnya!!!
Samapai disini sudah oke belum ?
Kenapa saya tanya Sudah oke apa belum ? Karena sebentar lagi saya akan menghitung Sesuai Dengan TDL 2004, Lho kok TDL 2004 ? Karena ada Capping 18 % yang harus dihitung dengan perbandingan TDL 2010 dan TDL 2004. Jelasnya Klik di Capping 18 % ini.
Singkatnya seperti ini, Capping 18 % ini akan membandingkan Hitungan TDL 2010 dan TDL 2004 , jika Hitungan TDL 2010 dibanding TDL 2004 melabihi 18 % maka hanya kan ditagihkan 18 % saja.
SIap SIap Untuk TDL 2004
Rumus tidak akan saya ulangi lagi karena sama, hanya beda di Rupiah Per KWH dari masing masing Blok LWBP , WBP dan KVarh. dan semua sudah saya jelaskan di sini
Rp Beban = KVa daya * Tarif = 1385 * Rp. 29.500 = Rp. 40.857.500
Rp. Lwbp = 409.500 * Rp. 349 = Rp. 179.770.500 ,-
Rp. WBP = 107.100 * 439 = Rp. 47.016.900,-
kenapa disini tarfi WBP dan LWBP sama ? karena pemakaian jam nyala > 350 jika jam nyala < 350 maka tarifnya dikalikan 2 lagi misal 107.100 * 439 * 2
selanjutnya kita jumlahkan untuk mandapatkan RP PTL
Setalah dijumlahkan = Rp. 267.644.900
Nah sudah ketemu RP PTL TDL 2010 dan TDL 2004. Sekarang Kita bandingkan
RP PTL TDL 2010 : RP. 387.702.000
RP PTL TDL 2004 : Rp. 267.644.900
jika di bandingkan dalam prosentase
( (RP. 387.702.000 / Rp. 267.644.900) * 100 ) -100
hasilnya adalah 44.86 % , masih ingatkan aturannya?
Jika kenaikan dari TDL 2004 melebihi 18 % makan hanya ditagihna 118 % dari tagihan TDL 2004. dalam contoh ini kenaikan 44.89 % maka PTL yang di tagihankan
118 % * Rp. 267.644.900 = Rp. 315.820.982
dibulatkan menjadi :
Rp. 315.820.980 >> Inilah RP PTL yang akan ditagihkan
Tapi ditambahkan :>
RP Materai = Rp. 6. 000,-
RP PPJ = 3 % * RP PTL hasil capping =
3% * Rp. 315.820.980 = Rp 7.579.705
Jika ada Tambahan Invoice dikenakan Rp. 4.000,-
Total yang harus Dibayar =Rp. 323.410.685
Cape juga ya bikin Hitungan listrik sendiri , tapi selesai juga khan?
Lengkap khan catatan saya ? ga rugi saya ikutan Temu pelanggan dengan PLN waktu itu udah tempatnya bagus di Ballroom Hotel, makanannya mantab, pulang di amplopin. hahahhahah
======================================
Keterangan :
- LWBP : Luar Waktu Beban Puncak
- WBP : Waktu Beban Puncak
- Kvarh : Diperoleh dari daya Semu biasanya ditimbulkan oleh induksi dari alat alat elektrik yang di pergunakan. ( mudah mudahan nanti saya bisa bahas masalah KVarh )
- RP PTL = Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik
- RP PPJ = Rupiah Pajak Penerangan Jalan
Tulisan Berkaitan dengan Hal diatas :
Comments
24 Comments so far














terima kasih atas bantuannya, tapi kalau boleh saya minta tolong dalam format excel.
Mantap bos…terimakasih banyak atas pencerahannya.
Btw ada kesalahan ketik 439 dan 349 hehehe
hebat wardz…..masalah listrik jg gak luput dari perhatiannya…btw, kabel listrik rumahku ada yg rusak..bisa bantu perbaiki gak ya…:)
@SUPRIYADI : Sama sama pak itu hanya apa yang saya tau saja.
@dip2 : iya maklum ketikan kadang kebolak
@Husin : Gw tetep publisher dan Freelancer sejati bukan tukan listrik
Wah… penjelasannya panjang sekali dan komplit.
Makasih infonya.
terus terang saja , saya g banyak mengerti ttg ini
Sing ngerti aku…
Tapi tgl 30 kemarin aku sempat baca di Bali Post atau apa yah…katanya ada metode pembayaran baru, yaitu prabayar yang menghemat 4-5% biaya karena dikurangi biaya catet meter, print rekening dll.
Di kantorku sih udah pake cara ini dan cara ini efektif aja untuk mengendalikan pemakain listrik yang berlebihan…
kalau yang rumus-rumus di atas, sungguh aku nggak ngerti, he he he
PLN….????
setahuku di tempatku sering “Byar Pet” alias mati mendadak….
hehehehehe….
@BLOGGER jAVA : Hehehheeh ketemu lagi, mana pesanan Juice saya?
@HUDA : yah bang huda , saya udah komeng di blog abang tuh …. tukar link di blogroll yuk
@Pendar bintang : kalo “Pulsa Prabayar” nya habis dimalam hari jam 1 malam misalnya gimana tuh ?
@Kang Yudhie Tribrata : Jas Bukak Iket Blankon
Artinya Apaan Tuch wardz…????
Saya mau tanya pak, apakah LWBP dan WBP itu daya aktif(P)? Atau daya Apparentnya(S)?
Dengan kasus diatas KVARH nya dibawah 62 % sehingga tidak kena charge, jika saya menambah kapasitor bank sehingga KVARH nya turun, apakah LWBP dan WBP turun juga atau tetap?
Terima kasih atas tanggapnnya.
Pak ?? hohohoh sayang sekali anda tidak bisa melihat wajah cantik saya.
baik saya jawab dari apa yang saya tau ya :
setau saya LWBP dan WBP adalah daya Aktif karena pemakaian Energi (KWH) adalah penjumlahan dari pemakainan dari LWBP dan WBP. LWBP dan WBP sebenarnya sama sama pemakaian energi, hanya mempunyai tarif yang berbeda karena WBP adalah Waktu Beban Puncak ( jam 18 - 22 ) dan LWBP adalah Luar Waktu Beban Puncak.
Sedangkan KVARH adalah daya semu, di pln Memang hanya di charge jika pemakaian KVARH diatas 62% Dari pemakaian Energi KWH. biasanya KVARH di timbulkan dari induksi induksi yang diakibatkan oleh alat2 industri dan alat alat yang sifatnya elektrik. Jika dipasang Kapasitor bank KVARH bisa turun, karena sifat dasarnya adalah meratakan arus sehingga induksi bisa ditekan.
Walaupun anda memasang Kapasitor bank tidak akan menurunkan LWBP dan WBP / KWH anda, karena Pemakaian energi berputar sesuai penggunaan dalam satuan waktu. hanya selain menurunkan daya semu juga dapat memelihara alat alat industri agar mendapat arus yang stabil.
Emang butuh Kapasitor Bank ya?? Saya bisa kok …. hohohohohoh
Terimakasih atas infonya…di rekening tagihan pabrik saya ada tagihan untuk Trafo…apakah semua tarif industri ada tagihan untuk Trafo?kalo demikian,kenapa dalam perhitungan ini tidak termasuk tagihan trafo
Tagihan Trafo, sebenarnya tagihan Sewa Trafo.
Setau saya pelanggan yang mendaftar dalam peruntukan industri daya 200 Kva keatas, pelanggan ada yang membeli sendiri trafonya ada yang tidak , jika beli sendiri tentu tidak dikenakan biaya sewa trafo.
Berarti Pabrik anda sudah menjadi pelanggan PLN dengan sewa Trafo ke PLN ini berarti Tarfo dan berikut semuanya yang ada pada gardu anda adalah di bangun oleh PLN dan milik PLN itu kenapa ada biaya trafo, biayanya di hitung dgn Rumus :
(Daya/1000)*Tarif Sewa Trafo
kalo ga salah catat tarif sewa trafo= Rp. 2750.
dalam contoh perhitungan tidak dicantumkan karena memang pelanggan baru baru ini ( kata presenter waktu temu pelanggan ) sudah tidak ada yang sewa trafo lagi, Trafo sudah pada beli sendiri sendiri dengan sistem natura dan kemudian di hibahkan ke PLN untuk diserahkan segala pameliharaan trafo tersebut.
O iya kalo anda ingin pasang listrik atau tambah daya yang membutuhkan kapasitas Trafo menengah keatas sudah harus bangun gardu sendiri berari Trafo dan segala macam keperluannya harus beli sendiri. ya iya lah Kalau di tanggung PLN lagi dengan harga sewa hanya 2750 / KVa nya berapa uang negara yang harus keluar untuk subsidi orang orang Kaya? hehehheheh mungkin seperti itu kali ya? bisa juga tidak.
Trm kasih infonya…btw saya agak awam hitungannya. Jika daya terpasang 6930 KVA bgmn menghitungnya. Dan kenapa tagihan dari pln masih ada biaya beban. Salam & tq
6930KVA untuk tarif Bisnis apa industri ?
BIaya beban TDL 2010 sudah tidak ada
jika asih tercantum itu sebenarnya Nilai Rekening Minimum setara 40 jam nyala
keren bos ..
sekalian mo nanya nih.
cara mencari Faktor Meter gimana?
ato emang dah ada tabel khusus faktor meter?
klo ada bisa share ga?
thx
kalo Faktor meter di dapat dari seting CT ( kaki) trafo, ada CT pembilang dan ada CT penyebut. Dari situ lah bisa di dapat Faktor Meter
jadi tidak ada table referensinya.
biasanya kalo travo dengan output daya mulai dari 41.5 KVA baru ada CT tapi tiak semua 41.5 KVA pada trafonya terdapat CT. Tapi kalo di PLN standartnya seperti apa dalam pemasangan CT TRafo nya saya kurang paham, Masalah trafo saya tau karena setahun yang lalu saya masih ikut KIR pembuatan pembangkit mini di sekolah. yah kurang lebihnya kayak begitu lah….
@chiyah :
tidk ada data stan meter dan lain lain ya?
jadi paling saya bisa tunjukin cara hitung estimasinya
http://wardz.blogdetik.com/tdl-2010-simulasi-perhitungan-listrik-tarif-b3/
kalo TDL 2010 sudh tidak ada biaya beban, yang ada paling rekening minimum dihitung setara dengan 40 jam nyala
trimakasih infonya boss,
tapi sori ni,,,
pas gw praktekin buat ngitung rincian rekening dipabrik saya kok ngga cocok ya?trimaksih
trimakasih infonya boss,
tapi sori ni,,,
pas gw praktekin buat ngitung rincian rekening dipabrik saya kok ngga cocok ya?
trimakasih
Terima Kasih tulisannya sangat bermanfaat bagi saya.. terlebih saya sedang menulis skripsi tentang disparitas tarif listrik pada sektro industri dikaitkan dgn Persaingan usaha. akibat adanya pemberlakuan capping sebesar 18% terjadi diskriminsai terhadap pelaku usaha… saat ini kasus ini sedang berjalan di KPPU
THANK,S SOBAT SEMUA,SANGAT BERMANFAAT SKL…
TP AQIU LG ADA PR NIH TOLONG BANTU YAAA,,,
GINI :
PT BOS SY KENA DENDA BIAYA kVAR.
MASALAHNYA BGN,TRAFO 1000kVA ACB 1 2000Ampere,ACB 2 1000Ampere DAN KONTRAK 800 kVAR.
NAH PEMAKAIAN TERCATAT AMPERE TERTINGGI ITU 1076 Ampere.
YG SY TANYAKAN GMN CARA MENGETAHUI BERAPA kVAR DITEMPAT SAYA MELEBIHI NILAI KONTRAK,YAITU 800 kVAR?
APA HRS DIHITUNG kVAR PERMESIN/AMPERE TOTAL?
MOHON PENJELASANNYA???
duh,rumit juga ya cara menghitungnya.ga kayak make listrikny ,gampang banget
Mumet aku, Mas.. ;(
Bagaimana caranya kalau menghitung dengan daya 197 kva ?